Ketua STIES Banda Aceh didampingi Kabag Umum menghadiri dialog beasiswa di USK

STIES Banda Aceh Hadiri Dialog KIP Kuliah Bersama Wamendiktisaintek di Universitas Syiah Kuala

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sabang (STIES) Banda Aceh menegaskan komitmen dalam mendukung program pemerataan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat berprestasi. Hal ini ditunjukkan dengan kehadiran Ketua STIES Banda Aceh, Yusra, B.Sc, MBA, Ph.D, dan Kepala Bagian Umum, Tgk. Zulkarnein, S.T., dalam acara dialog bersama mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Kegiatan yang bertajuk "Diktisaintek Menyapa" ini dilaksanakan di Aula FMIPA Universitas Syiah Kuala (USK) pada Jumat, 8 Mei 2026. Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Stella Christie, Ph.D., serta 250 mahasiswa penerima KIP Kuliah dari berbagai perguruan tinggi di Kota Banda Aceh.

Dalam dialog tersebut, Wamen Stella Christie menekankan bahwa KIP Kuliah adalah investasi strategis negara untuk menciptakan akses pendidikan yang adil dan inklusif. Ia memberikan kepastian kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi dan mahasiswa bahwa anggaran program ini tidak akan dipotong. Sebaliknya, anggaran KIP Kuliah terus meningkat signifikan dari sekitar Rp6,5 triliun di tahun 2020 menjadi Rp15,3 triliun pada tahun 2026 untuk menjangkau sekitar 1 juta penerima.

“Tidak ada satu rupiah pun anggaran KIP Kuliah yang dipotong pada tahun 2024, 2025, maupun 2026. Saya mengajak mahasiswa menjadi duta informasi yang benar agar tidak muncul persepsi keliru mengenai program ini,” tegas Prof. Stella dalam paparannya.

Ketua STIES Banda Aceh berharap para mahasiswa penerima bantuan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk fokus berprestasi dan membangun kemampuan berpikir kritis sebagaimana pesan yang disampaikan Wamendiktisaintek.

Wamen Stella juga sempat berbagi inspirasi mengenai perjalanannya menempuh studi di Harvard University sambil bekerja. Ia mengingatkan mahasiswa bahwa perguruan tinggi bukan sekadar tempat kuliah, melainkan wadah untuk menemukan minat dan melatih cara berpikir yang sistematis serta solutif.

Melalui kehadiran dalam agenda nasional ini, STIES Banda Aceh terus bersinergi dengan Kemdiktisaintek untuk memastikan kebijakan pendidikan tinggi benar-benar dirasakan manfaatnya, demi mewujudkan generasi unggul menyongsong Indonesia Emas 2045. Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan dialog hangat antara Wamen dengan para mahasiswa dan pimpinan perguruan tinggi yang hadir.