Pelantikan BEM Baru Periode 2019 – 2021 Komitmen Melayani Dengan Hati
Pada Senin (21/10) bertempat di ruang Aula Sekolah tinggi ilmu ekonomi sabang (STIES) Banda Aceh berlangsung pelantikan dan serah terima jabatan Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah tinggi ilmu ekonomi sabang (STIES) Banda Aceh. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Sekolah tinggi ilmu ekonomi sabang (STIES), Rusman SE, M.Si, Kabag Kemahasiswaan serta Dosen & Karyawan STIES Banda Aceh dan seluruh mahasiswa yang terpilih dalam struktur organisasi BEM periode 2019 – 2021
Ketua BEM terpilih Periode 2019 - 2021 terpilih adalah Salman Hidayat dari Program Studi Manajemen yang menggantikan Maulidan yang memegang tampuk kepemimpinan pada periode 2017 – 2018. Seluruh pengurus BEM STIES yang baru dilantik dan diambil sumpahnya oleh Ketua Sekolah tinggi ilmu ekonomi sabang (STIES).
Dalam sambutannya Ketua Sekolah tinggi ilmu ekonomi sabang (STIES) meminta agar BEM yang terpilih beserta jajarannya dapat segera melaksanakan program kerja yang telah disusun dan aktif berkoordinasi dengan bidang kemahasiswaan. Selain itu Ketua STIES juga memberikan apresiasi kepada pemilu raya mahasiswa yang berjalan semakin demokratis. “Kami harapkan BEM dapat menyelenggarakan kegiatan yang mendukung tahap kesetaraan STIES. Khususnya untuk memacu kenaikan peringkat kampus kita di tingkat nasional.” ,Tuturnya.
Berikutnya Salman Hidayat dan Maulidan menandatangani berita acara serah terima jabatan sebagai bukti yang sah pergantian kepemimpinan. Maulidan menyampaikan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada civitas akademika Sekolah tinggi ilmu ekonomi sabang (STIES) serta Fungsionaris BEM periode 2017 – 2018 karena telah memberikan kepercayaan untuk melaksanakan program kerja yang ditetapkan. Mahasiswa STIES itu mengharapkan agar pengurus BEM periode 2019 – 2021 dapat memajukan almamater dengan program kerjanya.
Tema dari pelantikan BEM kali ini adalah “Melayani Dengan Hati”, Menurut Salman Hidayat ,”Dengan tema ini kami ingin mengingatkan bahwa jabatan yang diemban adalah amanat dari seluruh mahasiswa. Hal tersebut harus menjadi momentum untuk melayani mahasiswa dan mendengarkan aspirasi mereka.”
