STIES Selenggarakan Workshop Manajemen Risiko
Banda Aceh, 9 Juli 2025 – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sabang Banda Aceh mengadakan Workshop Manajemen Risiko khusus bagi dosen dan tenaga kependidikan sebagai bentuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan kampus. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 8 Juli 2025, di Aula STIE Sabang dengan menghadirkan narasumber profesional dari bidang manajemen dan tata kelola organisasi.
Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman serta keterampilan praktis kepada para dosen dan tenaga kependidikan dalam mengidentifikasi, menganalisis, serta mengelola berbagai risiko yang dapat memengaruhi kualitas layanan pendidikan.
Ketua STIES Banda Aceh Banta Karollah, SE, M.S.M dalam sambutannya menyampaikan bahwa penerapan manajemen risiko tidak hanya penting dalam dunia bisnis, tetapi juga sangat relevan dalam tata kelola perguruan tinggi. “Kampus sebagai lembaga pendidikan juga menghadapi berbagai potensi risiko, mulai dari risiko operasional hingga risiko reputasi. Oleh karena itu, penting bagi seluruh elemen kampus memahami konsep dan strategi pengelolaan risiko,” ungkapnya.
Narasumber utama dalam workshop ini adalah Ir. Sholichin Agung Darmawan, MBA seorang pakar manajemen risiko dan Managing Director PT. DGI Sistem Sertifikasi. Dalam pemaparannya, Sholichin Agung Darmawan, MBA menjelaskan pentingnya integrasi manajemen risiko dalam perencanaan dan pengambilan keputusan di lingkungan perguruan tinggi.
Para peserta tampak antusias mengikuti sesi demi sesi yang mencakup materi seperti: pengenalan risiko dalam institusi pendidikan, proses manajemen risiko, hingga simulasi penanganan risiko berbasis studi kasus nyata.
Salah satu peserta, Tarmizi, ST, MM., Dosen manajemen STIES Banda Aceh menyatakan bahwa workshop ini sangat membantunya dalam memahami potensi risiko administratif yang selama ini belum sepenuhnya disadari. “Kami jadi lebih paham bagaimana mengantisipasi masalah dan membuat prosedur kerja yang lebih efektif,” katanya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju implementasi manajemen risiko yang lebih sistematis di STIES Banda Aceh, sekaligus mendorong budaya kerja yang lebih profesional, tanggap, dan adaptif terhadap perubahan.
