STIES YUDISIUM 61 LULUSAN

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sabang (STIES) Bana Aceh mengadakan upacara yudisium dalam rangka kelulusan mahasiswa dari Program Studi Manajemen dan Akuntansi. Pada kegiatan  yang digelar di Kampus STIES Banda Aceh,  Sabtu (15/April)  jumlah lulusan yang diyudisium sebanyak 61 orang yang terdiri dari 44 lulusan sarjana Program Studi Manajemen dan 17 lulusan Prodi Akuntansi. Kegiatan itu dihadiri Kepala LLDikti yang diwakili Drs M. Najib MPd, Ketua Yasame, Ketua STIES, para pejabat dan dosen di lingkungan STIES Banda Aceh.

Ketua STIES Banda Aceh Banta Karollah meminta para lulusan untuk memperhatikan tiga hal penting. Pertama, bahwa sebagai alumni STIES dalah satu  kewajiban untuk ikut berpartispasi dalam wadah Ikatan Alumni STIES. Kontribusi alumni secara individual maupun kolektif sangat diperlukan adalam mendukung kemajuan kampus. Kedua, Banta meminta para lulusan STIES untuk memperkuat relevansi dan kompetensi mereka dengan tuntutan dan tantangan kerja di sector ini. Kita berharap alumni ikut aktif mendukung peningkatan mutu STIES dengan ambil bagian dalam kegiatan penelusuran tempat kerja. Banta juga menyatakan bahwa lulusan STIES perlu berkontribusi dalam penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat.  

Ketua Yayasan Sabang Merauke Abdul Halim SE menjelaskan bahwa tantangan dan pembelajaran yang lebih besar akan dihadapi oleh para lulusan STIES Ketika berada di tengah-tengah masyarakat. Halim juga meminta lulusan menjaga nama baik STIES sebagai salah satu kampus kategori Sekolah Tinggi yang mendapatkan award.

Pada kesempatan yang sama, Drs Najib M.Pd menyatakan perguruan tinggi menghadapi situasi yang sangat dinamis. Hal ini dipengaruhi oleh factor eksternal. Dimana industry hari ini telah menetapkan standar yang berbeda terhadap calon karyawan atau staf yang akan direkrutnya. Ijazah bukan lagi ukuran, kalau tidak didukun dengan kompetensi yang memadai. Untuk itu pemerintah melakukan berbagai perubahan pendekatan dalam pembelajaran seperti Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Tujuannya supaya lulusan perguruan tinggi lebih relevan dengan dunia kerja.