Smart IoT Drying System Tingkatkan Kualitas & Pemasaran Ikan di Gampong Deah Raya

BANDA ACEH, 14 September 2025 – Inovasi teknologi berbasis Internet of Things (IoT) berhasil mengubah wajah pengolahan hasil laut di Gampong Deah Raya, Banda Aceh. Melalui program pengabdian masyarakat yang digagas oleh dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sabang (STIES) Banda Aceh (Eliana SE.,M.Si dan Ferdi Nazirun Sijabat, SE, M.Sc, Mgt ) dan Universitas Ubudiyah Indonesia (Rizki Julia Utama, M.Pd) , sistem pengering tradisional yang bergantung pada cuaca kini telah digantikan oleh "Smart IoT Drying System". Alat ini memungkinkan pengeringan ikan secara lebih cepat, higienis, dan terkontrol.

Sebelumnya, para perajin ikan khususnya Kelompok Industri Rumah Tangga "Anugrah" mengandalkan metode penjemuran dan pengasapan konvensional. Proses tersebut memakan waktu 3–5 hari dengan hasil yang seringkali tidak konsisten dan rentan terpapar debu atau lalat. Dengan sistem IoT baru, suhu dan kelembapan dapat dipantau secara real-time melalui smartphone, sehingga waktu pengeringan berkurang hingga 50% menjadi hanya 1–2 hari.

Selain peningkatan efisiensi, program ini juga menyertakan pelatihan diversifikasi produk, manajemen usaha, serta strategi pemasaran digital. Produk olahan seperti keumamah, kerupuk, dan abon ikan kini dipromosikan melalui platform TikTok, Instagram, dan Facebook, sehingga jangkauan pemasaran semakin meluas.

Keikutsertaan mahasiswa STIES Sabang dalam pendampingan dan dokumentasi turut memperkuat implementasi program. Keberlanjutan initiative ini akan dipantau melalui evaluasi triwulan, dengan harapan dapat menjadi model bisnis yang dapat diadopsi oleh daerah pesisir lainnya di Aceh.

Kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat ini tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga menciptakan pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing tinggi di era digital.