Perkuat Penelitian Berdampak dan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
Upaya meningkatkan mutu penelitian dan publikasi ilmiah terus menjadi perhatian STIES Banda Aceh. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan dalam rangkaian Workshop Pengelolaan LPPM Perguruan Tinggi Swasta Tahun 2026 dan Workshop Peningkatan Akreditasi Jurnal Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah XIII pada 23–24 Juni 2026 di Aula Kantor LLDIKTI Wilayah XIII, Banda Aceh.
Selama dua hari pelaksanaan, workshop menghadirkan berbagai materi strategis untuk memperkuat kapasitas perguruan tinggi dalam mengelola penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta jurnal ilmiah. Bagi STIES Banda Aceh, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperbarui wawasan sekaligus menyelaraskan pengelolaan tridarma perguruan tinggi dengan arah kebijakan Diktisaintek yang berorientasi pada dampak.
Hari pertama dibuka dengan pembahasan mengenai strategi pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Diktisaintek Berdampak, bahwa keberhasilan perguruan tinggi tidak lagi hanya diukur dari banyaknya aktivitas yang dilakukan, tetapi dari dampak nyata yang dihasilkan bagi masyarakat, dunia usaha, maupun pembangunan nasional. Pembahasan mencakup penguatan rekognisi internasional dosen, peningkatan kualitas publikasi ilmiah, kolaborasi penelitian dengan berbagai mitra, kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), hingga peran akademisi dalam penyusunan kebijakan publik.
Peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya hilirisasi hasil penelitian agar tidak berhenti sebagai luaran akademik semata, melainkan mampu menjadi solusi yang dapat diterapkan oleh masyarakat dan dunia industri. Pendekatan kolaboratif melalui model pentahelix turut menjadi salah satu strategi yang didorong untuk memperluas dampak penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Muhammad Rizal dari Universitas Syiah Kuala membagikan strategi membangun ekosistem penelitian yang berkelanjutan. Pentingnya pendekatan results-oriented, yaitu merancang penelitian dengan menetapkan terlebih dahulu dampak dan luaran yang ingin dicapai sebelum menentukan rangkaian aktivitas penelitian. Melalui pendekatan tersebut, penelitian diharapkan menjadi lebih terarah, relevan, dan mampu menghasilkan luaran yang bernilai, mulai dari publikasi ilmiah, hak kekayaan intelektual, hingga inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Melalui workshop ini juga dibahas berbagai aspek teknis yang sering menjadi penentu keberhasilan proposal penelitian, seperti penyusunan metodologi yang kuat, rekam jejak tim peneliti, pengelolaan anggaran yang proporsional, serta pentingnya membangun budaya riset yang berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.
Pada hari kedua, fokus pembahasan beralih pada Optimalisasi Pengelolaan Jurnal Perguruan Tinggi dalam Peningkatan Jurnal Terakreditasi melalui Workshop Peningkatan Akreditasi Jurnal Perguruan Tinggi, jurnal ilmiah merupakan bagian penting dari ekosistem akademik karena berfungsi sebagai media registrasi, validasi, diseminasi, sekaligus pengarsipan hasil penelitian.
Peserta memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan editorial berbasis Open Journal System (OJS), penguatan peran editor dan mitra bestari (reviewer), strategi pemenuhan instrumen akreditasi ARJUNA dan SINTA, hingga langkah-langkah mempersiapkan jurnal menuju indeksasi internasional seperti Scopus dan Web of Science. Selain itu, aspek etika publikasi juga menjadi perhatian melalui pembahasan mengenai pencegahan fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme sebagai bagian dari upaya menjaga integritas akademik.
Melalui keikutsertaan dalam rangkaian workshop ini, STIES Banda Aceh melalui unit terkait dapat semakin memperkuat komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan publikasi ilmiah. Pengetahuan serta strategi yang diperoleh diharapkan dapat diimplementasikan dalam pengembangan Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M), memperkuat budaya riset di lingkungan kampus, serta mendorong lahirnya karya-karya ilmiah yang berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
