Pendampingan Humas PTS Menuju Anugerah Humas Diktisaintek 2026
Pada Rabu, 1 Juli 2026, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti Wilayah XIII) menggelar kegiatan "Pendampingan Humas Perguruan Tinggi Swasta" bertempat di Aula Lantai 5. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan dan penguatan kapasitas kehumasan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Aceh dalam menghadapi Anugerah Humas Diktisaintek (AHD) Tahun 2026, khususnya pada aspek media sosial, website, dan majalah institusi.
Kegiatan dibuka dengan registrasi peserta, dilanjutkan sambutan dari Kepala LLDikti Wilayah XIII. Dalam arahannya, disampaikan bahwa pendampingan ini menjadi ruang strategis bagi PTS untuk memperkuat kesiapan menghadapi AHD 2026. Kategori penilaian mencakup pengelolaan media sosial, website institusi, serta majalah. Selain itu, peserta juga diajak untuk terus memperkuat inovasi, kolaborasi, dan kualitas tata kelola kehumasan agar mampu menghasilkan komunikasi publik yang lebih berdampak dan berdaya saing.
Pada sesi pertama, materi disampaikan oleh Vicky Bastianda dari Komisi Informasi Aceh. Beliau memaparkan strategi pengelolaan website dan media sosial perguruan tinggi dalam kerangka keterbukaan informasi publik. Pemaparan yang diberikan terkait implementasi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008, penguatan peran PPID, optimalisasi website sebagai layanan informasi publik, serta sinergi antara PPID dan Humas dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi.
Sesi berikutnya menghadirkan Yarmen Dinamika dari Serambi Indonesia. Pada sesi ini, peserta mendapatkan penguatan terkait optimalisasi media sosial PTS, mulai dari penyusunan strategi komunikasi digital, peningkatan kualitas konten, pemanfaatan data analitik, penguatan engagement audiens, serta pengembangan konten kreatif berbasis storytelling yang selaras dengan tema "Diktisaintek Berdampak".
Sebagai tindak lanjut, STIES Banda Aceh melalui unit terkait menetapkan beberapa langkah strategis, meliputi evaluasi dan optimalisasi website berbasis keterbukaan informasi publik, penguatan sinergi Humas dan PPID, penyusunan strategi komunikasi digital yang terukur, peningkatan kualitas konten sesuai standar penilaian, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi media sosial berbasis data analitik secara berkala.
Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, diharapkan dapat berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan informasi publik, penguatan komunikasi digital, serta penguatan reputasi STIES Banda Aceh.
