Menangkan Hibah PKKM tahun 2023, STIES Wujudkan Transformasi Daya Saing Program Studi
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sabang (STIES) Banda Aceh berhasil memenangkan hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) tahun 2023. Berdasarkan pengumuman yang diterima tim Task Force PKKM STIES Banda Aceh, dari tiga usulan yang diajukan: ISS-MBKM, Prodi Manajemen, dan Prodi Akuntansi, hanya dua diantaranya yang lolos mendapatkan pendanaan. Sedangkan ISS-MBKM STIES belum lolos pada PKKM tahun ini.
Ketua STIES Banda Aceh Banta Karollah SE MSM menyatakan pihaknya sangat apresiatif atas pengumuman lolosnya proposal dua prodi untuk mendapatkan hibah. Dikatakannya, ini merupakan satu prestasi dan kesuksesan bagi STIES, apalagi hibah ini didapatkan disaat implementasi MBKM di lingkungan STIES sedang digalakkan.

Sejauh ini kata Banta pihaknya sudah menjalani sejumlah tahapan dalam rangka merespon pengumuman tersebut. “Pada bulan April lalu kita sudah mengikuti evaluasi dan perbaikan proposal bersama tim asesor PKKM pusat di Jakarta. Bahkan pertengahan Mei kemarin kita juga sudah menandatangani kontraknya,”papar Banta.
Banta mengatakan dirinya telah mengarahkan tim task force STIES dan para dosen yang terlibat dalam pengelolaan PKKM untuk bekerja keras dalam merealisakan seluruh aktivitas pada tahun pertama. Hal ini kata Banta akan menentukan keberlanjutan program pada tahun kedua. Dikatakan Banta, melalui PKKM 2023 ini STIES mendapatkan dana hibah lebih dari Rp 400 juta. Dana sebesar itu dialokasikan untuk pelaksanaan kegiatan yang terbagi untuk Prodi Manajemen dan Akuntansi.
Terkait dengan tindaklanjut implementasi kegiatan PKKM 2023, Ketua Task Force PKKM STIES Banda Aceh Yusra BSc MBA mengatakan. Ada sejumlah aktivitas yang sudah dijadwalkan dan segera dilaksanakan. Dua kegiatan penting sepanjang bulan Juni antara lain diskusi kelompok terfokus (FGD) bersama stakeholder yang melibatkan sejumlah institusi dari kalangan dunia usaha dan dunia industry seperti Bank Aceh Syariah, BEI Perwakilan Banda Aceh, BTN Syariah Banda Aceh, PT PLN, Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh.

Dari hasil rembuk bersama stakeholder itu, pihaknya telah mendapatkan sejumlah masukan penting mengenai peluang implementasi kegiatan magang, softskill dan kompetensi lulusan yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Masukan tersebut kata Yusra akan menjai rujukan pihaknya dalam menyusun kurikulum berbasis MBKM untuk Program Studi Manajemen.
Selanjutnya untuk Program Studi Manajemen akan dilanjutkan dengan aktivitas studi banding dan pengembangan kemitraan ke dua perguruan tinggi di Sumatera Utara yaitu Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Prima (Unpri) Medan. Studi banding ke USU dan Unpri akan diisi dengan kegiatan sharing tentang evaluasi dan pengembangan kurikulum berbasis MBKM. STIES juga kata Yusra akan menjadikan peluang ini untuk mengadakan penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan kedua universitas itu.
Lebih jauh, Yusra mengatakan, hasil studi banding tentang evaluasi dan pengembangan kurikulum berbasis MBKM akan dipadukan dengan masukan dari stakeholder. Harapannya, melalui aktivitas ini usaha dalam mentransformasi kurikulum Prodi Manajemen yang relevan dan adaptif terhadap dinamika eksternal di lingkungan DUDI dapat direalisasikan.
Yusra menambahkan, hingga akhir tahun nanti pihaknya bakal merealisasikan seluruh aktivitas seperti magang kerja, kewirausahaan, praktisi mengajar, peningkatan kompetensi dosen, dan case method.
Pada kesempatan yang sama Ketua Program Studi Akuntansi Intan Novia Astuti SE MSi juga mengungkapkan optimismisnya dalam mewujudkan lompatan prestasi bagi Prodi Akuntansi ke depan. Seperti yang diinginkan oleh kegiatan PKKM ini, Intan mengurai bahwa transformasi program studi untuk tingkat Liga I ini adalah pembenahan pada level kebijakan, penguatan kurikulum dan penguatan aspek MBKM dimana mahasiswa adalah pihak yang paling banyak mendapatkan manfaatnya.
Selain pengembangan kurikulum berbasis MBKM, pihaknya juga bakal melaksanakan sejumlah kegiatan seperti pengadaan laboratorium Akuntansi, inovasi pembelajaran melalui case method dan kegiatan kewirausahaan bagi mahasiswa.
Sementara itu, Ketua Yayasan Sabang Merauke Abdul Halim SE meminta tim taskforce PKKM STIES untuk selalu berkoordinasi dengan pimpinan sebelum menjalankan kegiatan. Ini diperlukan supaya jika ada hambatan dapat segera diatasi. Demikian juga kegiatan ini perlu dikelola secara transparan dan bertanggung jawab, sehingga keberhasilan pelaksanaan dan pertanggung jawaban pada tahun pertama akan menjadi nilai positif untuk mendapatkan kucuran hibah tahun kedua.
Seperti diketahui, Program Kompetensi Kampus Merdeka (PKKM) dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayan Riset dan Teknologi dalam rangkan mentransformasi perguruan tinggi menjaddi institusi berdaya saing internasional dengan menggandeng dunia usaha dan dunia industry sebagai mitra.
Kontributor: Ferdi Nazirun Sijabat (Humas STIES Banda Aceh)
