KULIAH UMUM INTERNASIONAL OLEH DIREKTUR JHCPO

17 Mei 2022

BANDA ACEH - Direktur Japan Halal Certification Promotion Organization (JHCPO), Abdul Kadir Kato memberikan kuliah umum di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sabang (STIES) Banda Aceh, Kamis (12/5/2022).

Dalam paparannya Abdul Kadir menjelaskan posisi pasar produk dan makanan halal di Jepang saat ini.
Dikatakan, ada beberapa masalah penting yang dihadapi umat Islam di Jepang saat ini, terutama karena minimnya persediaan makanan halal.

Di samping itu, hampir seluruh lini produksi baik makanan maupun produk konsumen lainnya di negeri itu masih menggunakan zat kimia yang terbuat dari unsur babi.

Di samping itu, masih adanya kesalahpahaman di kalangan masyarakat di sana bahwa produk dan makanan halal hanya boleh dikonsumsi oleh umat Islam.

Permasalahan tersebut mendorong organisasinya untuk terus melakukan inisiatif dengan sejumlah perusahaan agar ikut program sertifikasi halal.

Salah satunya adalah sector peternakan.
Kegiatan penyembelihan sapi secara halal akan dimulai pada tahun ini, diharapkan ini bisa menyasar pasar sapi ekspor dari Jepang ke Indonesia.

Lebih lanjut, Kadir mengaku optimis, jika industry halal berkembang di Jepang nantinya akan banyak tenaga kerja yang bisa didatangkan dari lulusan perguruan tinggi di Aceh dan Indonesia pada umumnya.

Inisiatif lain yang dilakukan JHCPO, kata Kadir, adalah dimulai dari Masjid.
Saat ini, pihaknya telah membangun satu masjid yang letaknya persis di dekat gunung Fuji.

Di samping bertujuan untuk membina komunitas muslim di kawasan itu, diharapkan ke depan juga menjadi destinasi bagi wisatawan muslim yang ingin berkunjung ke Jepang.

Pada kesempatan itu, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sabang (STIES) Banda Aceh Banta Karollah SE MSM menyampaikan apresiasi atas kesediaan Abdul Kadir Kato untuk memberikan kuliah umum bagi civitas akademika STIES.

Dia berharap, dengan perantara Jissho Foundation, STIES dapat bekerjasama dengan JHCPO dalam mengisi berbagai peluang pasar terkait dengan pengembangan industry halal di Jepang.

“Kita ingin ikut ambil bagian bagi dalam hal penyediaan tenaga kerja maupun peluang bisnisnya.

Untuk tenaga kerja, kita akan siapkan mahasiswa untuk menyambut peluang kerja seperti yang dipaparkan Abdul Kadir tadi,” pungkas Banta.

Saat ini STIES dan Jissho Foundation sedang menjalankan program kerja sama pemagangan bagi pemuda Aceh untuk bekerja ke Jepang.

Di mana pusat pelatihannya diselenggarakan di kampus STIES.

Kegiatan kuliah umum yang digelar di kampus STIES Banda Aceh itu dihadiri Ketua Jissho Foundation Rismaja Putra, Ketua Forum Japan Indonesia Business Network Drs Kamaruddin Andalah MSi, Dr Aman Yaman para dosen dan mahasiswa STIES.

 

Source: SerambiNews